Black Swan, Angsa Hitam yang cantik


Pernah nonton filmnya? kalo yang itu tentang balerina. Nah yang ini Black Swan alias Angsa Hitam beneran. Kemarin pas Mboke jalan-jalan ke Taman Bunga Nusantara, si Angsa Hitam ini menjadi salah satu maskotnya.

Angsa Hitam, Taman Bunga Nusantara (c) Ang goen

Angsa hitam ini berasal dari kawasan Australia tenggara dan barat daya. Dia dulu tertuduh sebagai penghuni tetap namun ternyata suka jalan-jalan alias nomadic. Tapi pola kaburnya itu tidak tergantung musim, hanya berdasarkan berkurangnya sumber makanan atau air. Di New Zealand, angsa ini sudah hampir punah karena diburu sedang di Australia dimasukan dalan kelompok yang terancam punah.

Bagi masyarakat Nyungar dari Australia barat daya, angsa hitam bernilai tradisi. Dipercaya bahwa sesungguhnya manusia berasal dari angsa hitam yang berubah menjadi manusia. Ada lagi cerita bahwa duluuu jaman duluuu banget ada dua orang saudara yang berjuang, mereka berubah menjadi angsa putih. Saat bertempur dengan burung elang, si angsa putih dihajar habis-habisan hingga bulu angsa menjadi gundul. Burung gagak yang juga musuh elang, memberikan bulu-bulu mereka untuk membantu si angsa putih. Sejak saat itu angsa putih menjadi angsa hitam dan warna merah pada paruhnya merupakan sisa darah yang tertinggal. Nah ada cerita lagi, duluuuu ada pengail dari suku aborigin yang menemukan bayi bunyip. Bunyip adalah hewan sakral di sana. Si pengail mengambilnya meski dilarang temannya. Tiba-tiba air bergemuruh, induk bunyip muncul dan mengambil anaknya serta mengutuk si pengail menjadi angsa hitam.

Kalo bangsa Eropa ga pernah tuh percaya sama keberadaan angsa hitam sampai  seorang eksplorer Belanda, Vlamingh menemukannya di New Holland, Australia dan mengirim 2 ekor sebagai bukti. Bangsa Eropa menggunakan frase: “bagaikan angsa hitam” untuk menunjukan ketidakmungkinan atau ketidakpercayaan.

Si burung ini pemakan tumbuhan dan yang paling seru dia itu setia sama pasangan. Satu aja sampai maut memisahkan. Eh eh tapi ada juga sih yang punya affair tapi dikit jumlahnya. Bahkan ada yang homoseksual. Si homoseksual ini rada jahat, suka ngusir betina angsa yang sedang mengerami dan mengambil alih telor. ckckckckck… kejaaaaaaam kali kau…

Sumber:

  1. http://en.wikipedia.org/wiki/Black_Swan
  2. http://en.wikipedia.org/wiki/Black_swan_emblems_and_popular_culture

 

Clover, I need you. My magic Charm


Saya sedang terpukul. Keberanian untuk maju menghilang. Serasa semua gagal. Cobaan ga cuma dari diri saya tapi juga sedang melanda keluarga. Saat seperti ini saya butuh seseorang untuk menangis dan berharap. Kadang orang berpaling ke sesuatu yang bersifat ajaib untuk menenangkan hati, bukan untuk meminta atau menyembah. Seperti kalo kamu merasa senang saat tahu pria pujaan kamu selalu saat kamu sedang terpukul. Beberapa orang menyebut keris sebagai penenang jiwanya, atau tapal kuda atau Clover.

(c) www.luxchroma.com

Nah Clover, apa ya bahasa Indonesianya. Hmmm… ga terpikir kan.

Clover ini ada yang berasal dari genus Trifolium (Fabaceae). Dari namanya, Trifolium menunjukan adanya 3 daun. Clover yang dianggap sebagai charm adalah yang berdaun empat. Kalo ketemu clover berdaun empat maka penemunya akan mengalami keberuntungan. Menurut kepercayaan, daun pertama adalah Kepercayaan (Faith), daun kedua adalah Harapan (Hope), daun ketiga adalah Cinta (Love) dan daun keempat adalah keberuntungan (Luck).

Si clover berdaun 4 ini hanya ada 1 dalam 10.000 clover berdaun 3. Tapi sekarang ada perusahaan yang memproduksi clover berdaun 4 dengan melakukan perubahan genetik. Kemudian dijual sebagai charm atau jimat.

Sekarang sih selain Trifolium, Oxalis tetraphyla (oxalidaceae) dan Marsilea quadrifloia dijual sebagai magic charm four-leaved clover.

(c) www.http://en.wikipedia.org/wiki/Clover

Sumber:

  1. http://en.wikipedia.org/wiki/Four-leaf_clover

Pete, nama bule rasa lokal


(c)www.oksida.com

Nama yang keren. Pete adalah panggilan untuk Peter. Tapi Pete yang ini sangat enak untuk dikunyah dan bisa bikin nafsu makan bertambah. Wuuuuhuuuu…. Pete, peutey, stinky bean alias Parkia speciosa. Sekarang lagi murah nih. Duapuluh ribu bisa dapat 15 papan alias 15 buah yang terdiri dari 10-20 biji. Yang tua dengan kulit ari biji yang merah sangat manis, pulen dan maknyus. Dimasak dengan cara apapun sangat enak (kecuali dimakan mentah, beberapa orang suka yang mentah): digulai, digoreng, dicabein, direbus, dibakar dan dimakan dengan sambal. Haduuuuh mertua lewat pun bisa lupa disapa.

Petay mampu menyediakan energi untuk seorang atlit. Dua sajian pete menyediakan energi untuk 90 menit olahraga. Sayangnya ga dikasih tau satu sajian itu berapa biji petai yang dibutuhkan. Petai mengandung tritophan yang akan menjadi serotonin, senyawa yang membuat relax dan santai.

Untuk perempuan yang mengalami PMS (pre menstrual syndrom), makanlah pete. Pete yang kaya akan vitamin B6 akan menrubah kadar glukosa darah yang akan memperbaiki mood. Peutey juga kaya akan potassium dan rendah garam (iya lah :| ) membuatnya bagus untuk menurunkan tekanan darah. Ga salah kalo disarankan untuk penderita darah tinggi.

Susah buang air besar? makan lah petai karena kaya akan serat. Hangover habis mabuk semalam? Buat Petay shake yang dicampur dengan madu (haduuuuh kok bayanginnya malah mabuk ya? pasti bauuuu). Mau nyamuk kabur? gosokan kulit pete ke kulit. Nyamuk pun kabur mencium baunya.

Masih banyak lagi manfaatnya. Cek aja disini : http://www.practicenaturalcures.com/2009/03/benefits-of-stinky-bean.html. Tapi ya itu… aroma dari biji petai ini pun sama hebohnya dengan khasiatnya. makanya ada yang mengutuk sebagai evil smelling bean.

(c)www.elisawijaya.multiply.com

Si Petay yang banyak manfaat masuk dalam keluarga Fabaceae. Tanaman ini biasanya dipolinasi oleh kelelawar dan beberapa jenis burung lainnya. Pete ini penghuni asli kawasan semenanjung Malaya di dataran rendah sampai ketinggian 1.400 m dpl. Selain dipanen buahnya sebagai bahan makanan ternyata kayunya pun bagus untuk bahan kertas dan plywood (1).

(c)www.fncookingmama.com

Sumber:

  1. http://www.worldagroforestry.org/sea/products/afdbases/af/asp/SpeciesInfo.asp?SpID=1258
  2. wikipedia

 

Si Tertuduh Kaktus


Kaktus atau cacti kalo kumpulannya namanya (tetep) Kaktus (dalam bahasa Indonesia) atau Cactus (dalam bahasa Inggris). Kelompok ini berada dalam keluarga Cactaceae. Si Kaktus ini sering sekali kena salah tuduh.

Kaktus udah sering banget tertuduh jadi penghuni tanaman gurun pasir dan tahan panas. Padahal ya, jenis kaktus yang tumbuh di gurun pasir itu cuma beberapa jenis. Beberapa jenis kaktus malah ditemukan di kawasan bersalju! Walah…. ternyata dia doyan keadaan yang ekstrim ya. Tumbuhan berduri ini paling banter tahan sampai suhu 50 derajat celcius dan ternyata ga tahan terpanggang dibawah matahari. Kalaupun harus tumbuh di bawah sinar matahari garang, maka pada masa mudanya, dia tetap butuh keteduhan

(c) cityinagarden-jyoti.blogspot.com

Kaktus yang saya tahu memiliki daun yang termodifikasi menjadi duri dan batang yang termodifikasi untuk membesar agar dapat menyimpan air. Ternyata hal itu tidak berlaku untuk jenis Pereskia, sejenis kaktus yang dipanggil Rose Cactus. Dia bener-bener mengacaukan imaginasi saya tentang kaktus *geleng-geleng. Pereskia juga ditemani oleh Thanksgiving cactus alias Schlumbergera truncata. Aiiiih bunganya cantik dan berwarna warni: putih, merah, ungu, pink. Bikin hati jadi tersentuh #blush.

(c) prism.xomba.com

Eh, sebentar, daun pada Thanksgiving Cactus yang mana ya? ulek-ulek dulu. Hmmm…

Kaktus juga berbuah! ya iyalah… buah Naga (Hylocereus undatus) contohnya. Tapi saya cukup kegirangan ketika mencicipi buah Thanksgiving cactus. Manis asem, berair meskipun ukurannya sangat kecil dibandingkan Buah Naga si Opuntia. Kalo soal makan-memakan, selain buah, batang kaktus pun kabarnya dikonsumsi.

(c) Bisnispertanian.com

Kenapa ga coba si “dayung” kaktus (cacti pad) dari jenis Opuntia? Bisa dimakan mentah, dijadikan sirup atau dimasak. Bisanya sih jadi hidangan khas Meksiko. Kabarnya sih si kaktus ini kaya akan beta karoten, zat besi, beberapa jenis vitamin B dan sumber yang bagus akan vitamin C dan Kalsium. Tapi kayanya di Indonesia belum ada yang jual si dayung kaktus ini ya…. Kayaknya rasanya enak deh. Katanya sih rasanya mirip dengan asparagus. Wuiiih kalo mirip asparagus, saya doyan sekali….

Ah gara-gara baca buku Cacti of the World-nya Mr. Brian Lamb (1991), kepercayaan saya akan kaktus terobrak-abrik. Mari kita baca lagi.

*serius

Si Pencekik….


Pembunuhan itu dimana-mana ga diterima. Termasuk pembunuhan tumbuhan oleh manusia dengan alasan yang kurang tepat dan pembunuhan tumbuhan oleh tumbuhan lain. Mereka adalah kaum Pencekik.

(c) en.wikipedia.org

Mereka diam, pelan-pelan merayap, dari bawah, ke atas terus… terus….. Menumpang hidup… Mempererat pegangan, perlahan mulai mencengkram dam mencekik. Proses ga semenit, sejam, sehari, sebulan, setahun tapi bisa puluhan tahunan. Sampai suatu saat si tanaman yang ditumpangi akan mati.

Sang pencekik umumnya berasal dari keluarga Moraceae, Ficus spp. Ficus ini buahnya dimakan oleh burung dan bijinya akan tersebar melalui kotoran burung. Ketika biji berkecambah dan sulit untuk mendapat cahaya matahari, maka sebagai strateginya adalah ia akan tumbuh memanjat tumbuhan lain yang lebih kuat dan tinggi. Menjalar dibatang tumbuhan host, menyebarkan cabang merangkul host dan terus keatas sampai mencapai kanopi tertinggi.

Sambil menjalar, tumbuhan ini akan terus menjerat hingga tumbuhan host mati secara perlahan. Meninggalkan tumbuhan penjalan sebagai penguasa tunggal.

(c) ferdinandludwig.com